Coffee Cupping: Proses Dibalik Rasa Kopi

November 20, 2023
written by:
Bang Jago

Kalau ngomongin rasa kopi, yang biasanya pertama muncul di pikiran adalah rasa pahit. Setuju gak sih, Sob? Walaupun identik dengan rasa pahit, sebenarnya rasa kopi lebih kompleks dari itu loh. Gak cuma itu aja, ada juga karakteristik lain dibalik segelas kopi yang kamu minum. Nah, untuk menilai hal ini, ada sebuah proses bernama coffee cupping. Pernah denger gak? Yuk langsung aja simak lebih lanjut di sini. 

Apa Itu Coffee Cupping 

Coffee cupping atau yang disebut juga dengan coffee tasting adalah proses penilaian biji kopi baik itu dari segi rasa atau karakteristik lainnya. Proses coffee cupping dilakukan untuk menilai perbedaan biji kopi yang diolah dengan cara berbeda dan juga untuk menilai apakah ada kecacatan pada biji kopi sebelum kopi siap disajikan. Kabarnya, coffee cupping sudah dilakukan sejak tahun 1800-an di industri kopi. Hingga saat ini pun, selain dijadikan salah satu cara untuk menilai rasa kopi, coffee cupping bahkan dijadikan sebuah kompetisi. 

Cara Melakukan Coffee Cupping

Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana proses coffee cupping terjadi, apakah kopi cuma sekedar diminum saja atau ada langkah lain. Pada dasarnya, dalam melakukan coffee cupping terdapat dua indera yang dilibatkan yaitu indera penciuman dan perasa atau dalam kata lain proses coffee cupping dilakukan di mulut dan hidung. Secara singkat, cara melakukan coffee cupping adalah dengan mencium aroma biji kopi saat masih kering. Kemudian kopi diseduh dengan air panas. Setelah sudah menjadi basah dan membentuk sebuah “kerak”, baru lah aroma kopi dicium dan penilaian rasa kopi dilakukan.

Penilaian Pada Coffee Cupping 

Meskipun sudah jelas bahwa yang dinilai pada proses coffee cupping adalah aroma dan rasa kopi, terdapat pula beberapa karakteristik yang dijadikan bahan penilaian. Beberapa karakteristik tersebut contohnya, seperti tingkat kemanisan atau sweetness yang dimiliki kopi. Kemudian ada juga tingkat keasaman atau acidity untuk menilai apakah tingkat asamnya sangat tinggi atau enak untuk dinikmati. Contoh lainnya ada mouthfeel, di mana kopi dinilai sebagai kopi yang terasa ringan dan lembut atau mungkin lebih berat dan creamy

Kurang lebih itu dia rangkuman yang bisa Bang Jago kasih tentang coffee cupping. Ternyata ada aja ya informasi menarik seputar kopi yang bisa diomongin. Eh iya, kali aja abis baca ini kamu jadi kepengen ikutan nilai rasa dan aroma kopi, kamu bisa ngopi Jago Black Coffee loh, Sob. Tinggal pesan aja lewat aplikasi Jago biar gratis ongkir dan dapat Energy

Coffee Cupping: Proses Dibalik Rasa Kopi

Kalau ngomongin rasa kopi, yang biasanya pertama muncul di pikiran adalah rasa pahit. Padahal, ada rasa ataupun karakteristik lain dibalik segelas kopi yang bisa dinilai melalui proses coffee cupping. Yuk simak lebih lanjut di sini.

Bang Jago
November 17, 2023

Kalau ngomongin rasa kopi, yang biasanya pertama muncul di pikiran adalah rasa pahit. Setuju gak sih, Sob? Walaupun identik dengan rasa pahit, sebenarnya rasa kopi lebih kompleks dari itu loh. Gak cuma itu aja, ada juga karakteristik lain dibalik segelas kopi yang kamu minum. Nah, untuk menilai hal ini, ada sebuah proses bernama coffee cupping. Pernah denger gak? Yuk langsung aja simak lebih lanjut di sini. 

Apa Itu Coffee Cupping 

Coffee cupping atau yang disebut juga dengan coffee tasting adalah proses penilaian biji kopi baik itu dari segi rasa atau karakteristik lainnya. Proses coffee cupping dilakukan untuk menilai perbedaan biji kopi yang diolah dengan cara berbeda dan juga untuk menilai apakah ada kecacatan pada biji kopi sebelum kopi siap disajikan. Kabarnya, coffee cupping sudah dilakukan sejak tahun 1800-an di industri kopi. Hingga saat ini pun, selain dijadikan salah satu cara untuk menilai rasa kopi, coffee cupping bahkan dijadikan sebuah kompetisi. 

Cara Melakukan Coffee Cupping

Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana proses coffee cupping terjadi, apakah kopi cuma sekedar diminum saja atau ada langkah lain. Pada dasarnya, dalam melakukan coffee cupping terdapat dua indera yang dilibatkan yaitu indera penciuman dan perasa atau dalam kata lain proses coffee cupping dilakukan di mulut dan hidung. Secara singkat, cara melakukan coffee cupping adalah dengan mencium aroma biji kopi saat masih kering. Kemudian kopi diseduh dengan air panas. Setelah sudah menjadi basah dan membentuk sebuah “kerak”, baru lah aroma kopi dicium dan penilaian rasa kopi dilakukan.

Penilaian Pada Coffee Cupping 

Meskipun sudah jelas bahwa yang dinilai pada proses coffee cupping adalah aroma dan rasa kopi, terdapat pula beberapa karakteristik yang dijadikan bahan penilaian. Beberapa karakteristik tersebut contohnya, seperti tingkat kemanisan atau sweetness yang dimiliki kopi. Kemudian ada juga tingkat keasaman atau acidity untuk menilai apakah tingkat asamnya sangat tinggi atau enak untuk dinikmati. Contoh lainnya ada mouthfeel, di mana kopi dinilai sebagai kopi yang terasa ringan dan lembut atau mungkin lebih berat dan creamy

Kurang lebih itu dia rangkuman yang bisa Bang Jago kasih tentang coffee cupping. Ternyata ada aja ya informasi menarik seputar kopi yang bisa diomongin. Eh iya, kali aja abis baca ini kamu jadi kepengen ikutan nilai rasa dan aroma kopi, kamu bisa ngopi Jago Black Coffee loh, Sob. Tinggal pesan aja lewat aplikasi Jago biar gratis ongkir dan dapat Energy

LET’S GET CLOSER TO BANG JAGO!

Receive the newest information & other fun stuff by subscribing our newsletter

By filling this form you'll receive occasional cool news about us.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.